May 11, 2018

beri hormat pada semester 6

kemaren pagi gue beres-beres kamar. lebih ke beres-beres kertas sih, yang bener-bener super berantakan berserakan tak terelakkan. membuka jendela, yang beberapa minggu kebelakang gue bahkan ga inget ada jendela. memutar kembali udara yang perlu di arah kan. dan entah dari mana datangnya, belalang ini hadir. dia merangkak diantara terali jendela. berjalan, lalu gue ajak ngomong dia, terus gerakkannya makin cepat, seperti berlari dan kemudian terbang. atau mungkin tertiup angin. kabar baiknya, sempat terfoto dan dia candid sok keren. judulnya belalang x labelang, itu juga biar menggambarkan sok kerennya. kayak fashion designer yang collaboration gitu. dan setelah gue lihat lagi ini foto, bagus juga. Seperti ada pesan bermakna. jadi sekalian  memberi makna, gue teringat dengan ke-hectic-an yang terjadi di semester ini, dengan perjalanan panjang penuh drama. Dari bingung yang terbentuk akibat ragu, kemudian beban rasa bertumpu pada mu.  menghadapi ombak yang orang lain tidak bisa lihat dengan tetap terlihat sok keren baik-baik saja. padahal banyak sekali hansplast yang sudah kau rekatkan pada hatimu. Hadow.  Untunglah ya, stock hansaplast nya cukup wkwkkw. Jadi, seperti perjuangan belalang yang merangkak, berjalan, berlari hingga terbang begitulah juga gue di semester ini. Termasuk kepleset, jatuh bangun, luka-luka hatinya.  Rasanya tak pernah setegar ini. Yailah sok keren lagi,  wkkwkw. 

Nah sorenya gue menemukan meja ini. Yang ga sengaja gue foto (tadinya gue mau ngaca pakek kamera depan mau liat se debu apa mukak gue,  eh malah ke pencet pas masih mode kamera belakang). Hadeh.  Dan lumayan aesthetic juga kan, alur kayu beige gitu kayak di tumblr. Terus pas gue mikir judul apa yang pas, gue baru sadar ternyata ada sinar matahari yang gatau gimana punya alur berlawanan sama alur meja. Karena genius,  terciptalah judulnya the light.  Wkwkwk. Jadi kalau foto ini mau di maknai, sinar matahari itu sama kayak harapan gitu gaes. Bahwa di apapun jalur perjuanganmu, betapapun letih penat yang terbenam dalam diri, ada secercah harapan yang bisa buat kau untuk terus tetap melangkah.