kali ini naik level lagi. dan pelajaran utamanya tentang kepemimpinan. kita flashback, tentang apa yang terjadi dari level dasar sampai akhirnya di tingkat ini. di tiap level kelas, selalu ada yang jadi pemimpin atau ketua. total ku sudah di level 12 hari ini, artinya sudah 12 pemimpin yang ku lihat. jadi bisa membandingkan. jadi bisa belajar, bahwa pemimpin itu terbentuk bukan di bentuk. dari dasar hati, bukan karena paksaan. karena apapun yang di paksakan menjadi tidak hidup, hanya mengalir tanpa tau tujuan.
dari 12 orang itu, hanya satu yang menurut ku memang layak di sebut pemimpin. bahkan dari sorot matanya kau tau dia peduli. bahkan lewat sorot matanya kau mengerti tanpa harus bertanya. mengagumkan. dan elegan. yang selalu ku bilang "gilak keren bgt coy" didalem hati setiap langkah apa yang dia ambil. kata-katanya terstruktur, sampai kau bertanya2 apa isi kepalanya komputer, dia merangkai kata dengan detail selalu tepat ke inti. dia tak pernah terlihat marah, tapi wibawa nya membuat mu mengerti arti ketulusan. dia merangkul, semua. seperti kata stich ohana. ohana means family, family means "no one left behind". dia menyatukan bukan dengan kata, tapi dengan ketulusan. terekat dengan sendiri, tanpa perlu di rekatkan.
pemimpin itu yang level emosional nya paling tinggi di antara kelompok dan punya level pengertian paling tinggi juga. harus bisa tetap terlihat tenang, di segala situasi. walaupun, padahal tekanan paling besar sebenarnya ada pada dia. pemimpin itu tak pernah mengeluh, bisa mengatasi bebannya tanpa di lempar ke orang lain. pemimpin itu tau semuanya, tanpa perlu bertanya. pemimpin itu yang paling dekat, dengan semuanya. pemimpin itu yang tau betul apa yang harus dilakukan. dia pembuat keputusan, dengan segala pertimbangan. pemimpin itu tak kenal ragu, dia tau jawaban atas semua pertanyaan. pemimpin itu SEHEBAT itu. dan terakhir, pemimpin itu tidak di pertanyakan kelayakannya, dia hadir di waktu yang tepat.