kalo ditarik garis ke belakang, kayaknya gue termasuk orang yg sangat amat bodo amat sama orang lain. let people do whatever they want. let people says whatever they want. but, as i grow up, ada beberapa kondisi dan situasi dimana bodo amat tadi terbentur. what they did, somehow really affect me. secuil yang nyelekit. people have the good and the bad side on them. and i believe there's a balance on it. probably we can't do anything about it bcs that is god's given. karena frekuensi variasi kita berinterkasi sama orang tu beda-beda, akan ada sisi dominan yang terus-terusan kita lihat. bahagia damai sentosa alhamdulilah kalo misal kita seringnya hadap-hadapan sama sisi baiknya. nah yang jadi ribet ketika kebetulan dunia lagi pengen kasih kita kesempatan buat kita ketemu sama sisi buruknya. dimana u akan kesel jengkel dan mau marah. as time goes bye, jadi terbiasa to hold my self. jadi pada saat kesal itu muncul bisa otomatis cosplay jadi batu. gue kesel ya tetep kesel, tapi yaudah sih gue lagi jadi batu, gue ga akan respon apa2. dan ternyata itu tu namanya toleransi wkwkwk. jadi, seberapa besar u can tolerate people w/ their ngeselin side? untuk tidak ikut meledak, saat bom terlempar dan kebetulan jatuh sebagian ditangan lo.