May 28, 2018

Review Albuk: Konspirasi Alam Semesta by fiersa besari

Terakhir gue baca buku, terkhusus novel yang bener-bener sampe halaman terakhir itu pas 2015, dan ini udah 2018 coy. gue baru sadar. sesibuk itu lo kuliah? hahahah. kalo gue inget2 gue sudah berusaha untuk coba untuk baca, cuman ga narik aja. ga ada yang bener-bener bisa buat gue tetep stay baca lanjut sampe akhir. entah, hilang kemana rasa penasarannya. atau karena sudah mulai menyadari realita kehidupan lewat gerbang perkuliahan heheheh

kemudian, gue bersyukur pada pergiliran listrik yang padam tanpa ada pemberitahuan. yang artinya wifi mati, jadi ga ada internet (jadi mencari alasan untuk sibuk, baca buku misalnya). mungkin ini salah satu penyebab hilangnya minat baca buku terlebih novel seorang gue, yang waktunya habis berjam-jam untuk scrolling (menggulir) timeline, refresh, menggulir lagi timeline yang tiada akhir pada instagram terlebih youtube. tapi yang sering dilihat karena ada aja di kolomj rekomendasi, yaitu tiktok dengan lagu yang itu-itu aja serta kebegokan orang2 seperti kepleset, kecebur, kegebuk, kesembur, dan ke- lainnya yang tidak sengaja terekam jadi lucu dan bahkan kadang receh pun bisa buat ketawa wkwkww. 

such a long intro hahah, mungkin minat menulis seorang gue sedang aktif2nya. 

Cover:
keren. simpel elegan gitu kayak punya makna arti yang dalam. membuat gue bertanya2.

Tulisan di belakang bukunya:
Seperti apakah warna cinta?
Apakah merah muda mewakili rekahannya,
ataukah kelabu mewakili pecahannya?

sebelum baca buku ini, gue ga berekspektasi apa2. rasa penasaran ada, tapi tidak sampai mencari spoiler seantero per-internetan. gue baru nyari2 review setalah menamatkan membaca bukunya, ingin membandingkan bagaimana pandangan gue terhadap buku ini dengan orang lain wkwkwk.

Karakter: 
Tokoh utamanya Juang Astra Jingga dan Ana Tidae, diceritakan dengan sudut pandang orang ketiga. Juang ini sedang gigih. Ana sedang rapuh. pada pertemuan pertama membuat satu jatuh. pada pertemuan kedua yang juga tidak sengaja, membuat satu jatuh lebih dalam. pada pertemuan selanjutnya, salah satu masih menolak kenyataan tapi pada pilihan yang di buat bukan kah hati juga ikut berperan menentukan? begitu.

Plot:
Cerita cinta dan kehidupan pada lika-liku, yang seringnya tidak terduga. perjalanan mencari cara menghadapi menolak kenyataan dan pada akhirnya belajar untuk merelakan, bahwa beginilah hidup. Si juang ini belajar merelakannya lewat perjalanan pada sudut-sudut Indonesia, menemukan hal baru yang seolah berkata padanya ada hal lebih besar harus diselesaikan.

Review:
gue bingung pas mau nulis plotnya gimana wkwkwkw. gue pas bab2 awal baca buku ini feeling bacanya mengingatkan gue pas baca koala kumal nya raditya dika. buku yang lo ngga pengen baca cepet-cepet karena penasaran sama endingnya, tapi buku yang ceritanya ngalir dengan tepat, seolah memang begitu lah adanya, dan lo rasanya akan terima-terima aja kemanapun cerita nya mengalir bahkan bagaimanapun endingnya nanti.

Konspirasi Alam Semesta (Kolase) ini sebuah Albuk. Album buku, terdiri dari 14 lagu yang ceritanya di tuangkan pada setiap bab pada buku ini, yang juga ada 14.

1. Konspirasi Alam Semesta
2. Kau
3. Juara Kedua
4. Sepasang Pendaki
5. Rumah
6. Bandung
7. Kawan Yang Mengagumkan
8. Telapak Kaki
9. Garis Terdepan
10. Nadir
11. Hingga Napas Ini Habis
12. Tanpa Karena
13. Lembayung
14.Epilog

Tadinya gue kira, penulisnya yang mana adalah fiersa besari ini, ciptain lagu nya dulu, baru buat side story nya gitu. ternyata kedua hal tersebut di kerjakan berbarengan. terdengar pelik, kayak buat power point (ppt) untuk persentasi tanpa file word. ribet kan. tapi, dia bisa. waw. kalo dari pandangan gue, buku ini kayak merangkum pengalaman2 dengan alur yang tidak urut lalu disesuaikan sehingga cocok untuk kisah ini. bagusnya, ada timeline waktu jadi tidak bingung. ada saat2 dimana lo kembali ke halaman sebelumnya kayak "eh bentar deh pas bulan ini dia dimana ya?". dengan begitu, membuat karakter tokohnya seolah memang ada. atau memang sebenarnya ada? hmmmm

alurnya naik turun naik turun. kayak naik perahu, pas nyampe tengah tiba2 hujan kemudian reda terus ga berapa lama kemudian ada badai, yang lo bahkan ga tau kapan redanya. ga terduga apa yang bakal lo temukan di depan wkwkwwk. pantes nih diberi judul konspirasi alam semesta. ga terduga nya parah bgt. tadi lo senyum2 eh lalu mengeluarkan air mata. kayak lo ga belajar nih dari pengalaman sebelumnya, merasakan lagi jatuh, bangkit dan juga paling penting nih, belajar untuk bisa merelakan, dalam berbagai bentuk. merelakan kenyataan, yang tadinya lo tolak dengan sekuat tenaga, karena balik2 roda kehidupan akan terus berputar. jadi, kalo jatuh, ya bangkit lagi coy!~ (dan gue baru sadar juga, pembatas bukunya gambar biang lala dengan style polaroid; 1) tempat pertemuan mereka yang super berkesan 2) maksud cerita bahwa hidup itu berputar kayak bianglala 3) warna hitam menujukkan memori/kenangan, bahwa, manis ataupun pahit kenangan tetaplah kenangan, akan selalu ada pada ingatan, terpatri pada ruang hati).

walaupun diceritakan dari sudut pandang orang ketiga pemikiran-pemikiran juang ini entah kenapa keren hahahahah. pada pemilihan-pemilihan kalimat yang dia lontarkan juga pada catatan serta pada surat2 yang dia tuliskan, untuk ana. gilak sih wkwkwk. Ohiya ya, i adore how great penulisnya delivered the story. gimana dia bisa mengisahkan cerita ini, sehingga bisa ngalir dan nyambung dengan otak gue yang ga seberapa ini wkwkwk. terkagum pada susunan kata dengan rasa yang tepat. 

4/5 stars

uwuwuwwuuww.  semoga setelah ini, minat  baca buku gue kembali mengudara. ohya, jadi fiersa besari ini sudah menerbitkan 3 buku: garis waktu, konspirasi alam semesta dan juga catatan juang. catatan juang ini semacem side story dari pemikiran tokoh juang, tapi tokohnya bukan juang. garis waktu ini pemikiran-pemikiran penulis dari berbagai platform sosmed (blog, twitter, line, caption instagram) yang di rangkai menjadi tokoh aku dan kau. senandika singkatnya. (gue belum baca bukunya, tapi begitulah kabarnya). nah dari cerita instastory nya penulis beberapa hari yang lalu, kita bisa tau kalo tadinya kolase yang mau diangkat ke layar lebar tapi setelah berbagai pertimbangan garis waktu lebih tepat untuk di filmkan. harus bgt ni gue baca garis waktu, keburu filmnya tayang wkwkw. 


note:
btw, ini agak spoiler..

bab yang berkesan buat gue dari albuk: konspirasi alam semesta ini:
1. bab kawan yang mengagumkan : gue ngebayangin lokasinya tu kayak hutan tempat tinggal newth dkk yang di maze runner wkwkwk. terus kisahnya menyentuh hati seorang gue, tentang arti ketulusan. dan juga kayak ada sudut pandang lain yang harus lo liat pada ketidakadilan, yang tampak tapi terabaikan.
2. dua bab terakhir, lembayung dan juga epilog T_T : ini super parah, gue ga menduga ini sama sekali. pas bacanya, gue sedih tapi gue kesel jugak-- parah.

mungkin ya, karena 3 bab diatas diceritakan dengan p.o.v si juang langsung, jadinya feelnya lebih berasa, lebih dapet. kayak gue tu seolah2 jadi juang dan merasakan semua apa yang di lihatnya.  daebak wkwkwk


oke, sekian. 
terima kasih.

May 23, 2018

Garis Terdepan (Fiersa Besari)

gue orang nya mudah sukak, nah kali ini lagi sukak-sukak bgt sama fiersa besari. gue tau dari twitter. jadi gue tu sukak ngeretweet tweet yg lucu atau ngga yg pas bgt sama kondisi gue saat itu, tanpa peduli siapa author dari tweet tersebut. ya random gitulah, kalo bagus pokoknya retweet. nah saking seringnya tweet bung fiersa ini gue retweet, akhirnya gue jadi kepo instagramnya jugak wkwkw dan tau ternyata dia juga ada vlog. anyway, vlog yang jurnal itu gue sukak sangat hahaha. kalo ada kesempatan, rasanya juga gue ingin melakukan perjalanan seperti itu. cara dia menarasikan cerita dalam jurnal itu, nyambung banget diotak rasanya. ada kata-kata yang sengaja atau tidak membawa mu untuk kembali sadar pada kenyataan. pada apa-apa yang mungkin masih kau tolak untuk percaya. 

nah terus juga gue baru tau dia juga nulis buku (dan terus setelah mikir lama, gue akhirnya beli juga bukunya wkkwkwk, belum sempet dibaca tapi pasti akan gue sempatkan). dan setelah kegiatan kepo beruntun bolak balik dari twitter-instagram-vlog gue pun juga akhirnya tau ternyata dia juga seorang musisi. vokalis. nama bandnya kerabat kerja. lagu yang pertama gue denger itu juara kedua, dan nyambung sama telinga gue, dan ya gitu gue kalo lagi sukak sama suatu hal, sukaknya totalitas wkwkwk jadi gue denger semua lagunya, dan 80 % nyambung ditelinga gue. pada melodi dan juga lirik. kebanyakan liriknya bermakna dalem kalo kata orang tuh gaes wkwkwk. paket komplit bgt kan bung fiersa ini coy wkwkw. dia pandai membolak balik kata, hingga makna jadi terasa dalam. kadang menyayat juga. terhitung dari tweet yang gue retweet, gue sudah denger lagu2 nya selama 2 bulan belakangan. 

dan gue baru menyadari, bahwa kebanyakan lagu2nya soal patah hati, dalam berabagai kondisi. tapi intinya ya soal patah hati. merasa begok, menolak kenyataan sampai akhirnya bisa menerima. dan juga ada salah satu quotenya "berkaryalah ketika kau sedang bersedih". jadi ada yang bisa kau ambil dari rasa sedihmu, tidak perlu berlarut-larut hingga lupa makan bahkan minum. dan ketika gue melihat isi blog gue belakangan gue pun mengerti dengan maksud quote itu. suram bgt isi blog ini ternyata belakangan,  kalo ga gue lagi marah2, gue lagi kek sedih gitu wkwkwk.  ya okelah tidak apa wkwkw.

nah minggu ini giliran, lagu garis terdepan yang gue putar berulang2. pas pertama baca judulnya, gue pikir ini lagu bakalan tentang menjaga kemerdekaan gituloh, namun setelah gue denger waw. pas baca liriknya lebih menganga lagi lah otak gue, karena baayak kata yang gue ga ngerti artinya ternyata wkwkw. untung ada gugel heheheh.

anyway, tidak apa merasakan patah hati lagi dan lagi atau bahkan masih kepada orang yang sama, mungkin dari sana langkah mu ke depan akan lebih indah #savejomblo


May 12, 2018

Luka

jadi kalo diibaratkan cerita gini nih. mereka bertemu, tidak sengaja. yang satu sedang terluka yang satu hampir sembuh dari luka. luka pada hati pastinya gaes.  lalu mereka berjalan bersama, melangkah lambat hingga luka tadi jadi tak terasa.  pada jalan,  yang kita juga tau ada liku bahkan tukik. luka tadi menampakkan diri sekali lagi. pada luka yang hampir sembuh, dia siap berlari dengan resiko terluka sekali lagi.  pada luka yang belum sembuh, dia melambat hingga merangkak,  karena luka ini perlu disembuhkan dulu, agar bisa terluka sekali lagi. yang satu berlari, yang satu merangkak, pada lajur yang sama ritme mereka perlahan berada pada frekuensi yang tidak sama lagi. pada akhirnya mereka tetap sama-sama terluka, pada frekuensi masing-masing.