im going to slepp, but suddenly this thought pop up :3 so need to write it asap, before i forget it..
my 2016 is unexpectedly unexpect. i made a lot of mistake. gue jatuh berkali-kali dibanyak hal berbeda. yang membuat gue bertanya2 kapan gue bakal ngelakuin hal yang bener:3 banyak bgt kesalahan kecil yang ternyata impact nya besar buat kedepannya. yang gue lupakan secara ga sengaja, tapi punya pengaruh besar.
gue tu orang yang kalo jatuh, perlu ngumpulin banyak2 alasan dulu "kenapa gue harus bangkit". baru kemudian punya niat buat berusaha bangkit. baru sedikit2 mencoba bangkit. singkatnya "it takes time for me to realized what is already happened".
nah untuk mistake2 gue di 2016, dipikiran gue selalu kayak, salah gue ini bukan karena gue tapi karena orang lain. yes, i blame people for all my mistake. kayak pas gue ada ujian terus gue udah belajar(tapi mental semua, ga ada yg gue inget diotak) terus sialnya gue dateng telat terus duduk paling depan, terus yang ngawas dosen level tingat tinggi -no cheating-. udah kelar. bye. selesai ujian gue meyakinkan diri gue sendiri "apa yang sudah terjadi ini bukan salah gue, tapi salah dosen pas ngajar ga serius, eh pas ulangan serius level dewa:/ ga konsisten kali:3 ntar kalo nilai gue jelek, bukan karena gue tapi karena dosennya".
selalu ada pembelaan di tiap kesalahan. Selalu ada pengelakan di tiap kebenaran.
lalu makin keakhir 2016. hal2 seperti contoh diatas, makin sering terjadi di gue. terjadi dalam versi berbeda di kegiatan berbeda pula. tapi pointnya sih sama aja, gue nyalahain orang lain untuk semua kesalahan gue. makin sering terjadi, gue perlahan (baca: dengan sangat-sangat-sangat-lambat) mulai mengerti. mulai memahami. kalo gue harus bisa "menerima". tanpa ada pembelaan maupun pengelakkan. tanpa perlu penjelasan dan alasan, geunyang "accept it".
dengan "bisa menerima" itu kayak semacam pengakuan ke diri sendiri. kalo kesalahan gue emang salah gue sendiri.dan dengan bisa "menerima" perasaan gue tu kayak lega bgt. kayak " so what? yaudah lah ya, dah lewat jugak". kayak pas nyesel udah duduk di korsi roller coaster yang mau mulai jalan , ngebayangin track2 rollercoaster apa yg bkl dihadepin + takut ketinggian, kemudian keretanya rollercoasternya jalan perlahan, sebelum turunan kan naik dulu kan rollercoasternya pelan2 berbanding terbalik dengan jatung yang berdegup makin lama makin kencang. terus kayak pas tinggal jatoh aja untuk turunan tajam, "yaudah sih bodo amat lah, just enjoy this roller coaster ride, just scream YOLOOO". and after all that spin it has came to and end, and everythings still alright, so no need to be worry for. yolo.
jadi di 2016 kemaren, gue banyak belajar tentang diri gue. gue lebih memahami lagi tentang diri gue. gue lebih mengerti tentang diri gue. gue banyak belajar dari kesalahan2 yang tadinya menyebalkan. yang tadinya gue abaikan setiap inget. Yang tadinya ingin sangat gue lupakan. yang tadinya merupakan bagian kecil beban untuk hati gue. tapi setelah gue mengerti jadi semacam reminder. a beautiful reminder that i can laugh it all. with all peace mind and heart<3
p/s : i found my smile back(yang sangat tulus dengan segenap perasaan bisa menerima yang melegakan ini) #ilovemyself
Just keep swimming, keep swimming


